Lanjutan dari Los Angeles #1, setelah makan siang kita jalan kaki menelusuri tempat-tempat yang terkenal di Hollywood boulevard. Cuaca (Agustus) kali ini enak banget untuk jalan kaki, mataharinya hangat banget sekitar 25C jam 10 pagi. Disepanjang trotoar kita menemukan banyak stars dengan nama-nama bintang Hollywood yang terkenal dari masa ke masa. Area sepanjang 2.1km ini disebut Hollywood Walk of Fame, padahal aku kira tidak terlalu panjang dan bisa ditelusuri semuanya. Karena terlalu banyak, jadi kita cuman lihat nama-nama bintang Hollywood yang ada disepanjang jalan yang kita lewati saja. Untungnya nemu beberapa nama artis favorit dari katanya ada 2,725 stars (di tahun 2022, menurut Wikipedia) dan sempat foto juga sebagai kenang-kenangan di Hollywood. Waktu lewat di pagi hari sekitar jam 7.30 untuk ngopi dan sarapan, daerah ini masih agak sepi dan mulai ramai jam 11 am ke atas pas ke stasiun metro nya. Selama di Amerika khususnya tempat agak ramai atau agak sepi kita selalu berhati-hati karena sempat dengar cerita tentang kejadian yang kurang menyenangkan dari teman ataupun browsing di internet. Apalagi orang disini bisa bawa senjata dan menggunakan drugs secara ilegal, apalagi sekarang karena inflasi biaya hidup semakin tinggi dan orang bisa melakukan apa saja bahkan kejahatan untuk mendapatkan uang. Kita juga sebisa mungkin menghindari scam yang ada ditempat turis, seperti yang jualan CD rekaman yang awalnya mereka terlihat friendly lalu mencoba membuat kita mengambil CD tersebut dan memaksa kita untuk memberikan mereka sejumlah uang. Dalam situasi ini, sebisa mungkin kalau kalian menghindari mereka, tidak melakukan kontak mata, dan tetap tenang.

Ovation Hollywood, Pusat Perbelanjaan

Los Angeles, memiliki tempat pariwisata yang sangat tersebar dan sewa mobil termasuk parkir dan bensin mahal serta berbagai pertimbangan yang lainnya jadi kita tidak menyewa mobil. Belum lagi di LA sering macet dan agak susah cari tempat parkir. Sebagai gantinya, kita lebih sering naik transportasi umum atau uber / lyft (kalau kepepet) dan jalan kaki. Ada beberapa tempat yang banyak dikunjungi orang karena bisa melihat sign Hollywood lebih dekat atau jelas, namun hanya bisa dijangkau dengan berkendara. Itu kenapa kita datang ke pusat perbelanjaan ini untuk foto dengan latar belakang sign Hollywood yang terkenal itu dan sudah menjadi salah satu landmark kota ini. Walaupun dari foto akan terlihat kecil, yang penting ada yah (ehehe). Sebenarnya, sebelum sign nya diganti menjadi Hollywood saja tanpa tambahan land pada awal tahun 1940an, sign ini digunakan oleh suatu developer untuk mengiklankan kawasan perumahannya dan entah bagaimana seiring berjalannya waktu sign nya ini menjadi ramai dan sering dikunjungi lalu menjadi salah satu tempat foto yang hitz dan kemudian menjadi salah satu ikon kota.

Hollywood sign terlihat dari Ovation Hollwood

TCL Chinese theatre dan Dolby Theatre

Tidak jauh dari Ovation Hollywood, selanjutnya kita jalan ke TCL Chinese Theatre. Tempat ini adalah bioskop yang paling terkenal diseluruh dunia, bagaimana tidak, disini menjadi tempat pemutaran perdana film-film Hollywood yang terkenal seperti film Star Wars, Spider-Man, Doctor Strange, Game of Thrones, dan sebagainya. Sejak bioskop ini diresmikan pada tahun 1927, bioskop ini menjadi yang pertama dijadikan tempat perhelatan penghargaan Oscar di tahun 1944-1946, dimana sebelumnya Oscar diadakan di hotel. Ramai banget didepan bioskop ini, karena disini kalian akan melihat di lantainya dipenuhi jejak kaki dan cetakan telapak tangan dari berbagai tokoh terkenal di industri hiburan Hollywood. Kita tidak ketinggalan mengambil beberapa foto disini, walaupun harus bergantian dengan orang lain, karena memang rame bingits. Kalau kalian penasaran, punya budget lebih atau merasakan pengalaman di salah satu ruangan bioskopnya, kalian bisa nonton salah satu film yang tayang (tiket bervariasi saat itu Oktober 2022 dari U$12-35) atau ikut 30 menit tur dengan pemandunya (harga U$17.5).

Masih berada di area yang sama dengan tempat perbelanjaan, Ovation Hollywood, terdapat Dolby Theatre yang merupakan tempat penyelenggaraan penghargaan bergengsi, Oscar semenjak tahun 2002. Kalau kalian tertarik tempat ini juga menawarkan tur dengan pemandunya untuk berkeliling dengan harga U$25 untuk dewasa dan untuk jadwal kalian bisa cek di websitenya. Kalau aku hanya berfoto diluarnya saja, di tangga-tangga nya itu loh (ehehe).

Apalagi yang ada di Hollywood Boulevard…

Selain tempat-tempat terkenal dunia disini, terdapat beberapa spot di kawasan Hollywood yang banyak kita jumpai homeless atau tunawisma yang membuat kemah dan tinggal disana. Walaupun memang ada beberapa titik tertentu yang dilarang untuk mendirikan kemah ataupun berjualan. Di jalan Hollywood boulevard ini juga pertama kali aku mencium atau tau bau dari daun cannabis itu. Awalnya baunya sangat menyengat di hidung dan akhirnya selama 3 minggu di Amerika sudah mulai menyesuaikan kalau sering jalan seperti kita, pasti akan sering mencium bau ini. Dari beberapa kota di Amerika yang kita kunjungi, LA yang paling sering mencium bau ini apalagi kita tinggal disalah satu jalan di Hollywood boulevard. Jalanannya juga agak kotor dan sampah dibanyak titik, apalagi dibeberapa gang di daerah ini. Bahkan kalau mau jalan-jalan di sekitar sini, sebisa mungkin menghindari jalan kalau sudah gelap dan tidak jalan sendiri apalagi kalau jalannya tidak ramai seperti di gang sepi dll. Karena pernah siang-siang jalan cari makan, sempat lihat beberapa orang gitu ngumpul dan terlihat agak seram di salah satu gangnya.

Di daerah turis seperti ini juga ramai dengan berbagai jenis jasa, street performance, toko, restoran, stand makanan, dan sebagainya. Jadi ada beberapa orang atau perusahaan yang menawarkan pilihan tur keliling kota LA, tur ke rumah artis Hollywood (namun hati-hati juga scam, karena ada beberapa penyedia tur yang hanya mengelabui turis dengan rumah mewah yang katanya punya artis padahal mungkin bukan, pokoknya seperti itu), toko jualan cenderamata (kaos, kantungan kunci, dll), beberapa mobil mahal / yang dimodifikasi terlihat keren yang disewakan atau dipakai foto (dengan imbalan tip), ada juga yang menggunakan kostum dan menawarkan foto bareng (kalau kalian tertarik pastikan tanyak dulu berapa tarifnya sebelum diajak foto, supaya mereka tidak akan mempermainkan harganya), jasa taro nama kalian di star yang mareka akan buatkan untuk foto juga dan sebagainya. Ternyata disini juga ada yang jualan gerobak ditrotoar (hotdogs, potongan buah segar, dll), langsung ingat di Indonesia. Ada juga toko-toko yang menjual barang yang tidak lazim atau dilarang di Indonesia, seperti toko yang menjual cannabis / daun g4nj4 dan produknya; toko jualan; ataupun toko untuk dewasa.

Hari ke-3

Breakfast: Egg tuck

Sarapan kita pesan online melalui aplikasi Doordash, kita beli sandwich telur alpukat (U$ 10.99), hash brown dengan saus sriracha aioli dan telur setengah matang diatasnya (U$ 5.5), breakfast burrito isian scrambled egg, hash brown, saus sriracha aioli, dll (U$ 7.99), iced Latte (U$ 5.5) dan harganya yang tercantum di menu belum termasuk pajak (9.5%), service fee pesan online (5%), dan tip (10%). Jadi pastikan kalau kita makan diluar, kita menyadari kalau harga yang tercantum belum termasuk pajak dan tip kalau makan didalam atau duduk (tip bervariasi dari 15-20%). Tips seperti suatu kewajiban kalau kita makan di restoran atau cafe dine-in di Amerika, karena katanya standar gaji pegawainya yang kecil (dibandingkan dengan biaya hidup) jadi mereka hidup dari tips yang diberikan oleh pelanggan. Kecuali restoran cepat saji, tips adalah pilihan kalau kita mau saja. Sandwich nya enak dengan kombinasi filling dan sausnya, roti brioch nya lembut dan harum (roti dibuat di store nya fresh). Begitu juga dengan hashbrown, walaupun sudah tidak garing lagi pas sampai dikita namun rasanya enak mungkin karena sausnya yang tidak dipisah juga.

Rate 8.5/10, yummy

Universal Studio Hollywood (USH)

Hari ini kita akan menghabiskan waktu seharian di Universal Studio Hollywood, dengan jam buka pas kita pergi hari Sabtu dari jam 9 pagi sampai 9 malam (jam buka paling panjang dari hari yang lain). Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba, karena ini merupakan Universal Studio pertama yang pernah aku kunjungi, bahkan Disney land pun belum pernah (ehehe). Tiket sudah kita beli online tiga hari sebelumnya, yang paling murah harganya A$ 144 per orang atau 1.5 juta. Lumayan, sudah lebih murah dari tiket yang diambil dari web USH dan kalau kita antri beli tiket pas ditempat, antriannya gak kuat manteman. Untuk ke USH, yang paling murah kalau kita hanya sendiri atau berdua bisa naik transportasi publik (metro B line red) dari Hollywood Boulevard kalau kalian tinggal di daerah ini. Kita naik Lyft (harganya U$ 4.99 / 78k Rupiah, sudah termasuk diskonnya U$5) karena bertiga bisa sharing biaya dan tidak perlu jalan lumayan panjang dari tempat pemberhentian metro.

Setelah sampai sekitar jam buka, sudah banyak orang juga yang mengantri untuk masuk, untungnya ada banyak loket antrian dan mereka juga memeriksa barang bawaan kita. Kita hanya diperbolehkan bawa botol air minum, makanan bayi, hp, dompet, dan sebagainya (pastikan kalian cari tau lebih lengkap apa saja yang tidak boleh dibawa supaya perjalanan kalian lebih mulus dan bisa lebih hemat di minuman atau makanan). Mumpung masih pagi, kita langsung ke salah satu wahana favorit disini yaitu Studio Tour. Tempatnya agak jauh ke dalam jadi kita lumayan jalan namun tidak perlu menunggu kita langsung naik ke salah satu tremnya, kita juga ambil kacamata 3D, dan kita akan dibawa berkeliling tempat shooting film-film yang terkenal di Hollywood, menyaksikan beberapa special effect yang sering digunakan (seperti banjir, hujan, kebakaran, gempa bumi, dll), merasakan sensasi 3D dimana kita seperti berada di dalam hutan lebat dan diantara pertempuran sengit antara Dinosaurus dan King-kong nya, dan masih banyak lagi yang kita experience disini seperti beneran & sangat takjup. Bahkan mereka membuat setting seperti komplek perkotaan metropolitan (dengan gedung-gedung tinggi), perumahan, motel, store, rumah & pesawat yang rusak akibat kecelakaan, danau buatan dan lainnya yang terlihat sangat nyata. Ada juga beberapa properti yang dipakai seperti mobil asli yang dipakai di film fast and furious yang diparkir di salah satu spot disini juga. Tur ini dipimpin oleh pemandunya yang bisa kita lihat dari layar didepan kita dan yang membawa kita berkeliling selama 45 sampai 60 menit.

banjir buatan

Untuk lebih efisien waktu, kita menggunakan aplikasi dari USH yang bisa kita download sebelum harinya supaya kita bisa merencanakan perjalanan kita lebih baik. Dengan aplikasi ini kita bisa lihat peta apa aja yang ada disini (mendeteksi lokasi kita juga), waktu tunggu/ antrian ke suatu wahana, tempat makan (menu, harga), buat itinerary, jam berapa show akan dimulai, dan masih banyak lagi. Pokoknya app nya ini berguna banget.

Selanjutnya kita ke atraksi kedua yaitu Harry Potter and the Forbidden Journey, ramai banget yang antri sekitar 45 menit baru giliran kita. Disini kita seperti dibawa ke dunia sihir di Hogwarts Castle, seruuu permainannya. Di pintu keluar, ada toko sovenir Harry Potter, rame banget jalan aja agak susah. Worth it lah nunggu lama untuk permainan selama 4 menit.

Harry Potter and The Forbidden Journey, Hogwarts Castle

Kita juga nyobain butterbeer yang terkenal dari serial Harry Potter itu loh. Kita pesan yang original nya (harga U$ 7.99 atau 125k berlum termasuk pajaknya), campuran creamy soda dan butterscotch (karamel), dan wow rasanya so sweet dan creamy.. Walaupun namanya ada beer nya namun minuman ini tidak ada alkoholnya tetapi karamelnya yang bikin nagih (ehehe)

Cold Butterbeer, rate 8/10

Atraksi selanjutnya kita nonton pertunjukan Water World pada jam 12 siang dengan durasi 20 menit, namun pilihan waktunya yang terbatas dalam sehari. Walaupun agak nunggu karena kita ngantri diawal-awal, worth it supaya bisa lebih leluasa milih kursi yang kita mau, kalau kalian tidak mau basah-basahan jangan duduk di area warna hijau. Area ini memang dikhususkan bagi mereka yang mau mandi gratis (ehehe, terlihat fun juga koq), ini memang benar-benar basah woy.. Di pertunjukan ini, banyak banget adegan aksinya yang diperankan oleh stuntmen and women profesional yang berpengalaman dan tampil di beberapa film Hollywood. Pokoknya salah satu rekomendasiku.

Special Effects Show

Makan siang di Jurassic cafe. Harga makanan disini mahal bingits, tapi porsinya juga besar jadi kita makan satu porsi berdua turkey leg and chips (U$ 17.51 atau 275k Rupiah). Minumnya gratis, botol air minum kita tinggal diisi ulang saja disini (lumayan menghemat). Rame banget orang di jam makan siang, harus ngantri 10 menit sebelum bisa pesan. Karena kita makan kayak di food court gitu, aturan tak tertulis di Amerika, setelah makan sampah/ sisa makanan kita harus buang sendiri.

Jurassic World

Sudah lama banget tidak naik wahana air, pokoknya dari semua wahana atau permainan disini paling suka Jurassic World. Ini wahana terakhir kita dan yang paling paling lama kita nunggu sekitar 1 jam an lebih. Untungnya ada layar dan banyak informasi yang menghibur selama antrian walaupun tayangan dilayarnya sudah beberapa kali diulang (ehehe). Waktu tunggu sepadan dengan 7 menit boat ride seperti sedang menyusuri sungai di tengah hutan, sangat menyenangkan. Kita dapat tempat duduk di barisan yang paling belakang boat dan tidak terlalu basah dibandingkan yang duduk dibagian depan yang kelihatan sangat basah kena cipratan air.

Gila.. capek juga seharian main-main disini. Sekitar jam 8 malam kita mulai jalan ke tempat pick-up mobil untuk tunggu Lyft yang kita pesan. Lumayan lama juga nunggunya karena kemungkinan driver nya lebih milih Uber yang fee nya lebih banyak di jam sibuk. Setelah 2 kali kita di cancel, akhirnya ada juga yang mau datang walaupun sopirnya terlihat upset karena jarak ke tempat penginapan kita hanya sebentar dan macet dari USH, jadi kita berikan tip (walaupun tidak terlalu wah juga yang penting sedikit cheer him up). Anw, sampai hotel kita langsung siap-siap tidur, karena besok malam terakhir di LA dan kita masih ada beberapa tempat yang kita mau kunjungi seperti di downtown LA, pantai Santa Monica & Venice, Grand Canal, dan Beverly Hills (yang akan aku tulis di perjalanan Los Angeles part 3 kita…

Cheers 🙂